Selasa, 05 November 2013

Samsung Siapkan Calon Pesaing Google Glass



Samsung Siapkan Calon Pesaing Google Glass?
Kacamata tersebut akan menjadi upaya terbaru Samsung untuk menghasilkan wearable device, atau perangkat yang dikenakan di tubuh.
kacamata pintar,samsung,wearable device,google glassDesain kacamata pintar Samsung
Samsung Electronics sepertinya sedang menciptakan kacamata pintar yang akan menyaingi Google Glass.
Menurut berita yang dilansir The Wall Steet Journal, sebuah rancangan yang terdaftar di badan paten pemerintah Korea sejak Oktober lalu memperlihatkan perangkat elektronik dalam bentuk kacamata. Produk itu dimasukkan ke dalam kategori “kacamata olahraga".
“Rancangan ini adalah sejenis kacamata yang dilengkapi earphone. Penggunanya bisa menerima panggilan telepon dan mendengarkan musik sambil berolahraga,” demikian memo yang tercantum pada sejumlah gambar perangkat tersebut, yang didaftarkan oleh Samsung pada awal 2013.
Perangkat tersebut terhubung dengan smartphone dan menampilkan pelbagai notifikasi yang dikirim oleh telepon. Hal tersebut memudahkan pengguna saat kedua tangannya disibukkan aktivitas olahraga, tulis memo itu. Kacamata Samsung itu memiliki lensa yang transparan atau semi-transparan.
Keterangan dari gambar desain dan memo tersebut menunjukkan bahwa rupa kacamata tersebut tidak jauh berbeda dengan Google Glass, yang hingga kini masih dalam proses pengembangan. Sejumlah relawan masih menguji perangkat itu. Namun, kacamata Samsung tersebut kelihatannya lebih ditujukan untuk kegiatan olahraga.
Kacamata tersebut akan menjadi upaya terbaru dari perusahaan Korea itu untuk menghasilkan wearable device, atau perangkat yang dikenakan di tubuh. Strategi itu terbukti dengan peluncuran jam tangan pintar, the Galaxy Gear.
Seorang juru bicara Samsung mengatakan tidak akan berkomentar mengenai rencana-rencana terkait produk yang belum keluar.
Wearable device menjadi medan pertempuran baru bagi para produsen telepon genggam yang bergelut dengan pasar mulai penuh dan jenuh. Namun, banyak hambatan teknologi yang harus diatasi.

Kamis, 31 Oktober 2013

Inggris Meluncurkan Unit Kejahatan Hak Cipta



Inggris Meluncurkan Unit Kejahatan Hak Cipta
Unit Kejahatan Hak Intelektual (Pipcu) akan menerima anggaran sebesar £2,56 juta selama dua tahun dari badan Kekayaan Intelektual Inggis.
Polisi Kota London meluncurkan sebuah unit yang bertugas mengejar para pelaku kejahatan atas kekayaan intelektual.
Unit yang dibentuk Jumat kemarin, langsung bergerak dan menangkap dua orang yang diduga mengimpor keping video DVD bajakan senilai £40.000 atau sekitar Rp726 juta di Birmingham.
dunia maya,website,internetPetugas unit akan bekerjasama dengan badan internasional seperti FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri di AS untuk mengatasi pemalsuan hak cipta dalam bentuk produksi fisik dan penjualan barang palsu.
Unit Kejahatan Hak Intelektual (Pipcu) akan menerima anggaran sebesar £2,56 juta selama dua tahun dari badan Kekayaan Intelektual Inggis.
"Fokus kami akan mengejar penjahat profesional yang menggunakan kejahatan kekayaan intelektual untuk mengumpulkan kekayaan yang melanggar hukum," kata detektif unit ini, Oliver Shaw kepada BBC.
Petugas yang terlatih dalam penyelidikan dalam jaringan internet akan bertindak berdasarkan informasi bocoran dari sejumlah pihak untuk mengidentifikasi tersangka di Inggris, dan secara aktif merazia situs yang menawarkan barang ilegal dan situs pengunduh musik dan video ilegal.
Unit ini memiliki kewenangan untuk menyita barang dan aset, dan akan mendorong perusahaan penyedia layanan internet untuk mematikan situs yang menjual barang palsu.
Pengiklan yang sah tetapi tanpa disadari menaruh iklan di situs ilegal akan diinformasikan untuk menghentikan layanan iklan guna mengganggu pendapatan geng kejahatan.
Tim ini juga akan menyelidiki produksi fisik dan penjualan barang palsu, sebagai contoh, dengan mengejar para penjahat pemalsu ban palsu, kata detektif Shaw.
Upaya Inggris untuk mengatasi kejahatan hak cipta ini termasuk penunjukan Milke Weatherley, seorang anggota parlemen, sebagai penasihat hak kekayaan intelektual oleh PM David Cameron.
Data yang dikeluarkan lembaga Ofcom menyebut hampir seperempat warga Inggris melakukan pelanggaran hak cipta.

Google Miliki Seluruh Password WiFi dari Seluruh Dunia



Google Miliki Seluruh Password WiFi dari Seluruh Dunia
Fitur ini dibuat agar pengguna Android tidak perlu repot-repot lagi mengatur ponsel Android baru mereka.
internet,memori, mesin pencari bikin bodoh, GoogleSangat mungkin, Google sudah memiliki semua password WiFi yang ada di seluruh dunia. Tersadapnya password WiFi itu secara sadar atau tidak diberikan sendiri oleh pengguna produk Google.

Seperti dikutip dari ComputerWorld, Senin (16/9/2013), Google bisa mengetahuinya password itu dari fitur Backup dan Reset yang sudah ada sejak Android versi 2.2 ke atas. Melalui fitur itu, para pengguna diizinkan untuk mem-back-up semua pengaturan di ponsel lamanya.

Fitur ini dibuat agar pengguna Android tidak perlu repot-repot lagi mengatur ponsel Android baru mereka. Dengan menggunakan fitur ini, secara otomatis semua setting yang sudah diatur di ponsel lama akan berpindah ke ponsel baru. Fitur ini ternyata juga mem-back-up password jaringan WiFi yang digunakan ke server milik Google. Sehingga, sangat mungkin Google membaca data-data tersebut dengan mudah.

Ini memang bukan kecurangan. Sebab, Google sebenarnya sudah memberi petunjuk mengenai kemampuan mereka ini. Pengguna Android versi 4.2 ke atas diberi tahu untuk melihat menu Setting, kemudian Backup dan Reset. Di bagian tersebut, ada pilihan Back up my data. Google menjelaskan, fitur ini akan melakukan Back up data aplikasi, password WiFi, dan setting lainnya ke server Google. Sedangkan pengguna Android 2.3.4 bisa melihatnya di menu Setting, bagian Privacy.

Menurut IDC, perangkat Android yang dikirimkan pada kuartal kedua tahun 2013 telah mencapai 187 juta perangkat. Hingga tahun 2013, totalnya sudah ada 748 juta ponsel Android di seluruh dunia, belum termasuk tablet. Maka, tentu banyak data yang bisa disimpan Google di server mereka. Skala data WiFi yang ada di server Google memang mendunia.

Perangkat Elektronik Lentur Sudah Semakin Dekat



Perangkat Elektronik Lentur Sudah Semakin Dekat
Peneliti berhasil membuat elektronik dapat ditransfer pada permukaan fleksibel, tidak lagi hanya pada silikon padat
gadget,handphone,ipad,laptopIlustrasi gadget (Thinkstockphoto)
Sekelompok peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, Australia, berhasil melakukan terobosan dengan melakukan riset untuk perangkat elektronik transparan yang lentur, bisa ditekuk-tekuk. Artinya, perangkat bak di film-film sains fiksi, seperti ponsel seperti karet, tablet yang bisa diputar-putar, dan bahkan pakaian yang memiliki beragam fungsi, semakin dekat dengan kenyataan.
Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Asia Materials dari Nature Publishing Group, yang merupakan jurnal ilmiah terkemuka Asia Pasifik, para peneliti dari kelompok Functional Materials and Microsystems RMIT tersebut menyebutkan bahwa mereka telah mengembangkan metode baru untuk mentransfer elektronik dengan fungsi serbaguna.
Mereka berhasil membuat elektronik dapat ditransfer pada sebuah permukaan yang fleksibel, tidak lagi pada silikon padat yang biasanya digunakan. Kemampuan perangkat mikro dan nano elektronik untuk merasakan, menyekat, atau menghasilkan energi dikontrol oleh material oksida transparan tipis, sering kali lebih tipis dari 1/100 rambut manusia.
Material oksida ini sangat rapuh dan temperatur pemrosesan mereka, seringkali lebih dari 300 derajat Celsius, sampai saat ini menghambat penggunaan mereka pada perangkat elektronik fleksibel. Philipp Gutruf, ketua tim peneliti tersebut menyatakan, proses baru yang dikembangkan di RMIT bisa membuka potensi adanya perangkat elektronik fleksibel dengan fungsi penuh, sekaligus menyediakan cara baru bagi material tersebut untuk bertautan bersama-sama.
"Kami telah menemukan efek mikro tektonik di mana lempeng skala mikro dari material oksida saling bergeser satu sama lain, sama seperti lempeng geologi, untuk melepaskan tekanan dan menjaga konduktivitas elektrikal," ucap Gutruf.
Metode yang kami kembangkan ini, kata Gutruf, mengatasi tantangan saat menggabungkan material oksida pada perangkat elektronik yang bisa ditekuk, memberi jalan untuk perangkat elektronik konsumer fleksibel dan aplikasi menarik lainnya.
Madhu Bhaskaran, supervisor dan peneliti lain di kelompok tersebut menyatakan, pendekatan baru ini menggunakan dua material populer, yakni oksida timah indium transparan dan silikon serupa karet yang juga kompatibel secara biologis.
"Kemampuan untuk menggabungkan berbagai oksida dengan material kompatibel ini menghadirkan potensi untuk perangkat biomedis untuk memonitor atau menstimulasi sel syaraf dan organ. Ini merupakan kelebihan lain di samping dapat digunakan untuk perangkat elektronik konsumer dengan display fleksibel, sel surya, ataupun pengumpul energi lainnya," sebut Bhaskaran.

Bersiaplah Menyambut Biocomputer



Bersiaplah Menyambut Biocomputer
Ilmuwan mencoba memperluas komputer menjadi tidak hanya terbuat dari chip melainkan dari sel, binatang, dan organisme hidup lainnya.
komputerIlustrasi (University of People/wikimedia commons).
Tidak semua komputer terbuat dari silikon. Kini, sebuah komunitas ilmuwan mencoba memperluas komputer menjadi tidak hanya terbuat dari chip melainkan dari sel, binatang, dan organisme hidup lainnya. Ini disebut dengan biocomputer.
Secara umum, definisi komputer adalah apa pun yang memproses data, menghitung dan merubah input menjadi output. Dengan biocomputer, para ilmuwan yakin akan bisa membangun perangkat bernama komputer tersebut dan diharapkan menjadi komputer masa depan.

Namun, eksperimen mereka masih teoritis dan baru tahapan awal untuk komputer biologis. Tahun lalu, ilmuwan komputer di University of West England bernama Andy Adamatzky dan sekelompok ilmuwan Jepang membuat gerbang logis yang terbuat dari kepiting. Mereka membuat labirin yang mirip dengan gerbang logika di komputer. Lalu, mereka melepaskan sekelompok kepiting tentara di satu gerbang dan satu lagi di gerbang lain. Ketika bertubrukan, mereka mencari jalan keluar baru. Ini menunjukkan bahwa sistem yang random bisa menghasilkan keteraturan yang berguna.

Kepiting tentara yang hidup di teluk dan bergerombol dianggap oleh para ilmuwan memiliki sifat bisa berhitung. Mereka bagus dalam berkumpul dan bisa membuat peta. Lalu, insinyur bio dari Swiss melaporkan bahwa mereka telah memprogram sel manusia untuk melakukan penambahan dan pengurangan secara biner.
Ini mendekati kemampuan komputer secara mendasar. Mereka merekayasa secara genetik sel dalam sebuah sirkuit yang bisa menyala dan mati. Sel tersebut bisa memproses dua masukan dan memproduksi jawaban dengan mmunculkan protein merah atau hijau. Diperkirakan ini menjadi masa depan komputer yang canggih sebab tidak hanya mengandalkan chip dan besi. Secara teori ini juga berarti menciptakan komputer yang bisa memproses data seperti otak manusia, belajar dari kesalahan sehingga bisa menyelesaikan persoalan dengan cepat. 

Kelebihan biocomputer ini adalah kalau misalnya sudah ada, maka bisa disimpan di tempat yang basah atau bahkan di dalam tubuh manusia. Tetapi manfaat besarnya adalah dalam dunia kedokteran di mana sel akan berinteraksi dengan sel lainnya dan membantu dalam kesehatan manusia. Ini masih jauh, tetapi apa yang dilakukan ilmuwan merupakan langkah pertama menuju biocomputer.