"Zombie" Nyata di
Alam Sekitar Manusia
Salah satunya adalah Leucochloridium paradoxum
yang membuat inangnya mati bunuh diri dengan cara menakutkan.
Menyambut
Halloween yang jatuh hari ini, Kamis (31/10), kita lihat beberapa "zombie"
yang ternyata ada di sekitar manusia. Beberapa parasit tertentu misalnya,
menginvasi tubuh korban dan mengubah mereka menuruti perkataan sang dalang.
Berikut lima contoh di antaranya:
1. Toxoplasma
gondii"Dalang" pertama yang kita sebut adalah parasit yang disebut Toxoplasma gondii. Ia gemar bereproduksi di saluran usus kucing rumah. Lalu bagaimana parasit ini bisa sampai ke usus kucing? Parasit ini menginfeksi tikus dan membuatnya tak gentar pada kucing. Dengan demikian, kucing memakan tikus yang terinfeksi sang parasit.
Namun,
jangan kira manusia kebal terhadapnya. Karena diperkirakan sekitar sepertiga
manusia terpapar parasit ini hingga dianggap parasit otak yang cukup umum.
Parasit ini sangat berbahaya bagi perempuan hamil dan mereka yang sistem imunnya
lemah.
2. Parasit cacing rambut
Parasit ini disebut Nematomorph atau cacing bulu kuda atau cacing Gordian karena mereka terkadang memiliki massa dan nampak seperti sebuah simpul. Ia menginfeksi belalang dan serangga lain.
2. Parasit cacing rambut
Parasit ini disebut Nematomorph atau cacing bulu kuda atau cacing Gordian karena mereka terkadang memiliki massa dan nampak seperti sebuah simpul. Ia menginfeksi belalang dan serangga lain.
Sebuah studi
yang dilakukan tahun 2005 oleh peneliti Prancis menunjukkan cacing ini
memanipulasi inangnya. Larva si cacing rambut masuk ke tubuh belalang
kemungkinan melalui air yang mereka minum. Lalu, si larva akan menguasai
seluruh tubuh belalang, kecuali kepala dan kaki.
Cacing ini
kemudian mengeluarkan protein yang bereaksi di pusat saraf belalang. Membuat si
belalang mencari air dan menjadi tempat sempurna bagi cacing rambut
bereproduksi. Si cacing, yang kini sudah empat kali lebih panjang dari
inangnya, pergi dan kawin, sementara si belalang mati tenggelam.
3. Leucochloridium paradoxum
Siput yang terinfeksi dengan cacing endoparasit Leucochloridium paradoxum mengelami transformasi fisik yang cukup menakutkan. Ini belum termasuk membuat mereka berperilaku nampak akan bunuh diri.
Siput yang terinfeksi dengan cacing endoparasit Leucochloridium paradoxum mengelami transformasi fisik yang cukup menakutkan. Ini belum termasuk membuat mereka berperilaku nampak akan bunuh diri.
Mata siput
yang tadinya normal menjadi gemuk, berdenyut, dan kerucut bergaris. Ini membuat
siput yang biasanya lebih suka berada di bayang-bayang, malah menuju sinar
matahari dan menarik perhatian burung yang akhirnya memakan sang siput.
Burung yang
memakan siput, memasukan parasit dalam sistem pencernaanya. Parasit ini turut
bertelur di dubur burung hingga akhirnya keluar menjadi kotoran. Lalu, dimakan
lagi oleh siput. Rantai ini berulang terus.
4. Semut
zombie
Semut yang terinfeksi jamur Ophiocordyceps unilateralis di bagian otak dibuat berjalan menuju lokasi yang cocok bagi si jamur. Studi tahun 2009 menyebut bahwa semut yang terinfeksi akan berada di bawah daun yang berada sekitar 25 sentimeter dari atas tanah.
Semut yang terinfeksi jamur Ophiocordyceps unilateralis di bagian otak dibuat berjalan menuju lokasi yang cocok bagi si jamur. Studi tahun 2009 menyebut bahwa semut yang terinfeksi akan berada di bawah daun yang berada sekitar 25 sentimeter dari atas tanah.
Ini
merupakan tempat tepat bagi jamur untuk bereproduksi, jatuh ke tanah, dan
menginfeksi semut lainnya. Terkadang untuk mendapat mangsa baru, jamur ini akan
menembakkan spora dari mayat semut yang menjadi korbannya ke semut baru.
Semut lain
yang menjadi parasit adalah semut api yang menjadi inang dari lalat phorid. Di
dalam tubuh semut api ini akan ditanami telur sang lalat. Larva kemudian akan
bertualang ke kepala semut dan memakan otaknya.
Terkadang
larva ini membuat semut api meninggalkan koloninya agar aman dari serangan.
Ujung-ujungnya, lalat yang sudah tumbuh menjadi individu kecil ini akan
memotong kepala inangnya dan tumbuh keluar. Seluruh proses terjadi dalam waktu
45 hari.
5. Penggigit
lidah
Spesimen yang satu ini tidak mengambil alih otak korbannya. Ia hanya memakan lidah sang inang dan hidup di dalam mulutnya sebagai pengganti lidah. Monster kecil ini dikenal sebagai penggigit lidah atau Cymathoidae, bagian dari isopod yang berenang menuju ke mulut ikan melalui insang. Ia memakan lidah ikan dan mengambil alihnya menjadi rumah dengan menghadap ke luar.
Spesimen yang satu ini tidak mengambil alih otak korbannya. Ia hanya memakan lidah sang inang dan hidup di dalam mulutnya sebagai pengganti lidah. Monster kecil ini dikenal sebagai penggigit lidah atau Cymathoidae, bagian dari isopod yang berenang menuju ke mulut ikan melalui insang. Ia memakan lidah ikan dan mengambil alihnya menjadi rumah dengan menghadap ke luar.
Seperti
dilaporkan dalam penelitian Carl Zimmer, penggigit lidah ini mengambil nutrisi
dari inangnya. Ikan yang terinfeksi memiliki jumlah darah lebih sedikit
dibanding yang tidak. Beruntung bagi manusia, parasit ini tidak bisa menyakiti
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar